Memasuki Ramadan, Anda pasti bakal mendengar beberapa istilah yang identik dengan bulan suci tersebut. Sebut saja ngabuburit, istilah yang merujuk pada kegiatan yang dilakukan untuk menunggu azan Magrib. Di era modern, aktivitas yang dilaksanakan untuk ngabuburit pun beragam, dari kongko di tempat hangout di Bandung, tadarus bersama keluarga, atau sekadar menonton televisi.

Tradisi khas Indonesia selama Ramadan

Pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana asal kata ngabuburit? Apakah daerah lain mempunyai kegiatan serupa untuk mengisi waktu sebelum berbuka? Simak tiga fakta menarik seputar ngabuburit berikut ini!

● Berasal dari bahasa Sunda

Kata ngabuburit sebenarnya sudah ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai bentuk kata tak baku dari kata mengabuburit. Kata ini berasal dari bahasa Sunda, tepatnya dari kalimat ngalantung ngadagoan burit. Kalimat tersebut berarti bersantai sambil menunggu waktu sore tiba. Sejumlah daerah di Indonesia pun memiliki istilah yang sama, misalnya malengah puaso dari bahasa Minang yang artinya mengalihkan rasa lapar dan haus karena berpuasa.

● Memakai prefiks nga- sebagai penghantar

Jika Anda kurang memahami bahasa Sunda, prefiks nga- dalam bahasa tersebut digunakan untuk menunjukkan aktivitas. Sebagai contoh, kata mendengar diterjemahkan menjadi ngadenge pada bahasa Sunda dengan nga- yang setara dengan me- dan denge yang berarti dengar. Selain itu, ada kesamaan pada struktur morfologis dengan kata ngabuburit. Sebagai contoh nganyenyeri (sakit), ngadeudeket (dekat), dan ngabebetah (betah).

● Melatih anak terbiasa untuk puasa

Istilah ngabuburit sebenarnya sudah digunakan orangtua masyarakat Sunda sejak zaman dahulu. Pada saat itu, mereka menyuruh anak-anaknya untuk pergi mengaji selepas salat Asar ke surau terdekat. Selain membantu mendalami Al-Qur’an, kegiatan tersebut bisa mengalihkan mereka dari rasa lapar dan haus. Dengan begitu, mereka akan semakin terlatih menahannya dan bisa menghindari godaan-godaan yang lebih kuat saat beranjak dewasa.

Ngabuburit dalam kehidupan masyarakat modern

Seperti yang sudah disinggung di atas, ngabuburit yang dilakukan masyarakat modern diisi dengan kegiatan yang lebih variatif. Anda yang ingin lebih dekat dengan Sang Pencipta bisa memilih aktivitas rohani seperti mengaji, mendengarkan ceramah, atau menghafalkan surah-surah pendek.

Beberapa orang pun ada yang memanfaatkan momen ngabuburit tersebut untuk membersihkan rumah, menyiapkan makanan untuk berbuka, atau berbelanja kebutuhan sehari-hari. Kadang ngabuburit masuk ke dalam rangkaian acara buka bersama yang diadakan di kafe, restoran, atau tempat hangout lainnya. Ada juga yang menggelar acara amal seperti berkunjung ke panti asuhan dan membagikan takjil kepada mereka yang kurang mampu sebagai salah satu aktivitas ngabuburit.

Ngabuburit dapat menjadi momen bermanfaat kalau dilakukan dengan tepat. Jangan sampai Anda keburu batal hanya karena salah memilih aktivitas untuk ngabuburit dan tak bisa menjalankan puasa secara maksimal, ya.
 
 
 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama